Paco cristatus
Pavo cristatus
Hi teman teman, kali ini kita akan kembali lagi ke dunia binatang, untuk menjelajahi kenakeragaman fauna.
Dunia binatang sudah tak asing dengan hewan yang satu ini, identik dengan ekor yang menjadi ciri khasnya. Parasnya yang cantik, tubuhnya yang sempurna, seakan menjadi kombinasi yang lengkap untuk menggambarkan kecantikan dan keabadian, mengapa demikian? Karena burung merak memiliki bulu yang berwarna-warni dan mempunyai mahkota di atas kepalanya. Pavo cristatus atau lebih dikenal dengan nama merak adalah burung terbesar yang merupakan tiga spesies burung dalam genus Pavo dan Afropavo dari familia ayam hutan, Phasianidae. Hewan yang satu ini sering di jumpai di daerah asia terutama india, dan Indonesia. Jenis unggas cantik ini menghabiskan hidupnya di darat namun di situasi tertentu merak juga bisa terbang tinggi. Burung merak terbagi menjadi 3 kategori yaitu merak biru, merak hijau dan merak putih.
Merak biru adalah salah satu jenis burung merak yang pada sebagian tubuhnya didominasi oleh bulu yang berwarna biru. Jenis burung ini sering disebut dengan Merak India. merak biru jantan dinobatkan sebagai burung nasional karena bentuk dan tampilannya seperti raja. Untuk ukuran burung merak jantan dewasa bisa mencapai sekitar 230 cm. Sedangkan untuk merak yang berjenis kelamin betina memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dibandingkan dengan yang jantan. Merak biru memiliki semacam mahkota di atas kepalanya yang berbentuk seperti kipas.
Berbeda lagi dengan merak hijau, merak hijau adalah salah satu jenis spesies burung merak yang berasal dari Indonesia dan mempunyai bulu berwarna hijau keemasan. Burung merak hijau tersebar di hutan terbuka seperti di Indocina, Jawa (Indonesia) khusunya di daerah Alas Purwo serta Baluran dan Tiongkok. Untuk populasi burung merak hijau di pulau Jawa sudah mulai berkurang. Kenapa begitu? Karena merak hijau banyak di buru oleh para pemburu liar untuk diambil bulunya atau untuk diperjualbelikan. Pada merak jantan terdapat mantel, leher, dada dan punggung berwarna hijau keemasan bermotif sisik. Adapun penutup ekornya sangat panjang dan ketika dibuka akan membentuk kipas raksasa yang bulunya mengkilap dengan bintik berbentuk mata yang khas, serta terdapat jambul tegak di kepala, dari segi ukuran, merak jantan memiliki ukuran 180-250 cm. Berbeda lagi dengan merak betina yang memiliki ciri yang kurang mencolok, seperti warnanya yang kurang mengilap berwarna hijau keabu-abuan dan tanpa dihiasi bulu penutup ekor. Wajahnya memiliki aksen warna hitam di sekitar mata dan warna kuning cerah di sekitar kupingnya, ukurannya pun lebih kecil dari merak jantan, yaitu sekitar 100-110 cm.
Dan yang terakhir yaitu merak putih, merak putih adalah salah satu jenis burung merak yang memiliki bulu berwarna putih secara menyeluruh tanpa ada campuran warna lain. Burung merak putih sering di sebut dengan Merak Albino. Panjang tubuh merak putih sama dengan merak biru. Ukuran tubuh dan ekornya sama yaitu bisa mencapai ukuran 1 – 1,5 meter. Untuk merak putih yang berjenis kelamin jantan memiliki ekor yang panjang dan memilki mahkota di bagian kakinya. Untuk merak putih yang berjenis kelamin betina memiliki ekor yang lebih pendek dibandingkan yang jantan dan tidak memiliki mahkota dibagian kakinya. Merak putih juga memiliki semacam mahkota yang berbentuk kipas di atas kepalanya.
Merak jantan umunya lebih popular dibandingkan merak betina dikarenakan memiliki ekor yang indah berfungsi sebagai pelindung, yang kedua memiliki penampilan yang lebih menarik serta warna bulu ekornya yang berbeda dibandingkan merak betina.
Dari jenis-jenis merak tadi, kita sudah dapat membedakan baik dari segi ukuran, ciri khas, serta warna-warnanya yang bervariasi. Merak juga dapat dimanfaatkan jika di tinjau dari beberapa bidang, seperti dari segi ekosistem yaitu sebagai Penyeimbang ekosistem karena peran dirinya adalah sebagai pemakan serangga sehingga tidak banyak serangga di ekosistem, apabila burung merak punah maka keseimbangan ekosistem dapat terganggu.
Selain itu merak juga dapat dimanfaatkan baik bulu, daging ataupun telurnya. Untuk daging merak dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan untuk beberapa penyakit berupa sakit perut, selain itu dapat dimanfaatkan untuk bahan pangan. Bulu merak juga dapat dimanfaatkan sebagai media seni seperti membuat baju, bandana, dan hiasan rumah.
Merak merupakan salah satu hewan langkah yang harus dilindungi karena populasinya yang sudah mulai berkurang akibat diburu oleh manusia yang tidak bertanggung jawab. Unggas yang satu ini selalu dapat menarik perhatian banyak orang karena keanggunan serta keunikannya, Maka dari itu seorang seorang koreografer asal Jawa Barat bernama Raden Tjetjep Soemantri, sekitar tahun 1950-an, menciptakan suatu gerakan bernama tarian merak . Sungguh luar biasa unggas ini, lantas mengapa manusia ingin terus memburuhnya? padahal merak memberikan banyak manfaat dan dari keunikannya bisa menciptakan sebuah tarian yang kita kenal sampai sekarang.